Semarang-tp.fpp.undip.ac.id – Dr. Dela Ayu, dosen Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, berpartisipasi dalam International Symposium on Animal Genomics (ISAG) 2025 (20/7) yang diselenggarakan di Korea. Dalam simposium ilmiah internasional ini, ia mempresentasikan hasil riset tentang mitochondrial DNA (mtDNA) pada kambing Kejobong, salah satu plasma nutfah ternak lokal yang berasal dari Purbalingga, Jawa Tengah.
Penelitian Dr. Dela mengungkap keragaman genetik dan potensi adaptif kambing Kejobong melalui pendekatan molekuler. Temuan ini menjadi langkah penting dalam pelestarian dan pemuliaan genetik ternak lokal yang selama ini belum banyak dikembangkan secara optimal.
Kambing Kejobong dinilai memiliki potensi besar untuk dijadikan bahan baku produk pangan khas Indonesia, layaknya perkembangan daging wagyu dari Jepang yang kini mendunia. Ketua Departemen Pertanian FPP Undip, Dr. Al-Baarri, menyampaikan bahwa upaya ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengangkat kekayaan pangan lokal Indonesia. “Kalau Jepang punya wagyu, kita bisa punya daging Kejobong. Namun, semua harus dimulai dari pemahaman genetik dan pengembangan berbasis sains, sebagaimana yang dilakukan Dr. Dela,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pengembangan makanan lokal khas berbasis ternak asli seperti Kejobong bisa menjadi kekuatan ekonomi baru, terutama jika dikaitkan dengan industri kuliner, wisata pangan, hingga ekspor produk daging unggulan Indonesia.
Keterlibatan Dr. Dela Ayu dalam ISAG 2025 sekaligus mencerminkan komitmen FPP Undip dalam menjembatani riset akademik dengan kebutuhan pembangunan pangan nasional berbasis kearifan lokal.