Semarang-tp.fpp.undip.ac.id – Konsorsium keilmuan yang dipimpin oleh Universitas Diponegoro, Universitas Semarang, Universitas Nasional Karang Turi, Universitas Tidar, Universitas Muhammadiyah Semarang, Universitas 17 Agustus Semarang, dan Universitas PGRI Semarang, serta beberapa universitas Eropa seperti Katholieke Universiteit Leuven (Belgia), University College Dublin (Irlandia), Universidade Catolica Portuguesa (Portugal), dan Hochschule Anhalt (Jerman) telah memulai program kolaboratif tiga tahun. Program ini terbagi ke dalam empat kuartal dengan tujuan utama meningkatkan akreditasi dan kapasitas akademik.

Dalam pelaksanaannya, program ini terdiri dari beberapa tugas utama, di antaranya adalah pelatihan, peningkatan kurikulum, pendirian pusat penelitian serta visibility di media sosial dan website.

Salah satu capaian penting dari kegiatan ini adalah peningkatan kualifikasi Research and Development (R&D) di masing-masing universitas serta pengenalan mata kuliah baru yang berfokus pada keberlanjutan (sustainability). Selain itu, program ini menargetkan peningkatan akreditasi, penciptaan mata kuliah baru, dan pembentukan pusat studi konsorsium.

Selain itu, konsorsium juga berencana upgrade alat-alat pendidikan. Dalam hal komunikasi publik, pengelolaan media sosial dan pembuatan website di setiap universitas telah dimulai. Universitas Diponegoro juga akan meluncurkan situs web khusus untuk mendukung program ini. Sementara itu, Universitas Semarang akan menyelenggarakan simposium internasional International Conference on Sustainable Engineering, Green Construction, Urban Studies, Agriculture, and Food Resilience pada 29 Oktober 2024, yang juga akan menjadi ajang publikasi poster untuk proyek ini.

Program kolaboratif ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas akademik di berbagai universitas Indonesia yang tergabung dalam konsorsium, sekaligus memperkuat jaringan kerjasama dengan institusi pendidikan di Eropa.