Semarang-tp.fpp.undip.ac.id – Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) menggelar acara sharing doktor baru yang berlangsung di Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro (UNDIP) (15/11). Dalam acara ini, Ketua PATPI, Dr. Nurrahman, menyampaikan terimakasih pada Undip yang telah menjadi host dan juga mengingatkan bahwa pada tahun 2025 akan dilakukan pergantian pengurus. Ia menegaskan bahwa Ketua PATPI diharapkan hanya menjabat satu periode untuk memberikan kesempatan regenerasi, dengan mekanisme yang akan diatur lebih lanjut.
Acara ini juga membahas sejumlah rencana strategis organisasi, termasuk rencana kerja sama kunjungan industri dan kegiatan pengabdian masyarakat. Salah satu program yang mendapat perhatian adalah inisiatif dari Bu Tina untuk memproduksi buku yang menonjolkan oleh-oleh khas Semarang, yang diharapkan dapat menjadi kontribusi unik PATPI terhadap budaya lokal.
Sharring doktor baru ini menjadi ajang berbagi ilmu dari para doktor baru yang menghadirkan kajian mendalam di bidang teknologi pangan. Para doktor tersebut adalah:
1. Dr. Bhakti Etza Setiani, M.Sc. (Universitas Diponegoro) mempresentasikan potensi bakteri asam laktat dari proses fermentasi kecap produksi UMKM di Jawa Tengah dan DIY. Bakteri ini memiliki kemampuan menghambat sintesis senyawa amina biogenik yang berpotensi berbahaya bagi kesehatan.
2. Dr. Novita Ika Putri, M.S. (Universitas Katolik Soegijapranata) membahas pemanfaatan bahan dinding sel yang telah kehilangan pektin dari limbah jeruk untuk aplikasi fungsional.
3. Dr. Mita Nurul Azkia, M.Sc. (Universitas Katolik Semarang) mengulas senyawa bioaktif fenolik dari tape ketan hitam yang berpotensi sebagai bahan pangan fungsional.
Sharing ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar anggota PATPI dalam mendorong inovasi di bidang teknologi pangan serta meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan industri pangan di Indonesia.