Semarang-tp.fpp.undip.ac.id – Enam universitas yang merupakan partner Undip secara resmi menandatangani perjanjian kerja sama untuk mendukung proyek konsorsium bertajuk “FIND4S” atau “find forces” dalam rangka meningkatkan kapasitas pendidikan tinggi untuk sistem pangan berbasis data yang berkelanjutan di Indonesia. Perjanjian ini difasilitasi oleh program Erasmus+ dari Uni Eropa.

Penandatanganan perjanjian berlangsung di Semarang dan dihadiri oleh para rektor dari masing-masing universitas, yaitu:

1. Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si.**, Rektor Universitas Diponegoro, yang diwakilkan oleh WR Riset dan Kerjasama
2. Dr. Supari, S.T., M.T., Rektor Universitas Semarang
3. Dra. Lusiawati, M.Sc.**, Rektor Universitas Nasional Karangturi,
4. Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., Rektor Universitas Tidar,
5. Prof. Dr. H. Masrukhi, M.Pd., Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang,
6. Prof. Dr. Drs. Suparno, M.Si.**, Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Semarang,
7. Dr. Sri Suciati, M. Hum., Rektor Universitas PGRI Semarang.

Proyek FIND4S yang diinisiasi oleh Program Studi Teknologi Pangan FPP Undip ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pendidikan tinggi dalam mendukung sistem pangan yang berkelanjutan di Indonesia melalui pemanfaatan data yang berbasis teknologi. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah penting dalam pengembangan pendidikan tinggi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan industri dan masyarakat global.

Dalam perjanjian tersebut, para pihak menyepakati untuk menyelenggarakan program konsorsium yang akan memberikan kontribusi signifikan terhadap proyek “Enhancing Higher Education Capacity for Sustainable Data Driven Food Systems in Indonesia”.

Perjanjian ini membuka peluang bagi masing-masing universitas untuk berkolaborasi secara lebih intensif dan saling mendukung dalam pengembangan program studi serta inovasi-inovasi di bidang sistem pangan. Selain itu, perjanjian kerja sama ini juga mencakup fleksibilitas untuk disesuaikan sesuai dengan kebutuhan spesifik setiap universitas terkait implementasi program FIND4S.

Penandatanganan perjanjian ini menjadi langkah awal yang penting dalam upaya bersama meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya dalam bidang sistem pangan yang berkelanjutan dan berbasis data, dengan dukungan dari komunitas internasional.