Jakarta-tp.fpp.undip.ac.id – Kementerian Pertanian menggelar Forum Diskusi Swasembada Pangan di Auditorium Gedung F, Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan (24/2). Acara ini dihadiri oleh pemimpin perguruan tinggi serta perwakilan dari berbagai instansi guna membahas strategi nasional dalam meningkatkan ketahanan pangan. Dalam forum ini, dibahas berbagai tantangan pangan di Indonesia, termasuk ketidakseimbangan distribusi komoditas serta ketergantungan terhadap impor bahan pangan strategis seperti bawang putih dan kedelai.
Salah satu agenda utama dalam forum ini adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Menteri Pertanian dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Sains, dan Teknologi (Kemdikbudsaintek). Kesepakatan ini menegaskan komitmen bersama dalam pengembangan riset pertanian berbasis inovasi, hilirisasi hasil penelitian, serta sinergi antarperguruan tinggi untuk memperkuat produksi pangan dalam negeri. Dengan adanya kerja sama ini, pemerintah berharap dapat mendorong lahirnya solusi konkret guna mengurangi ketergantungan pada impor pangan dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian nasional.
Perguruan tinggi termasuk Undip, diharapkan dapat mendukung program pemerintah ini dengan menitikberatkan penelitian strategis, seperti pengembangan kedelai dan padi tahan salin serta bibit unggul yang dapat meningkatkan ketahanan pangan nasional. Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro telah memulai penelitian kedelai dan padi tahan salin sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan di Indonesia. Dengan riset dan inovasi dari akademisi, pemerintah berharap dapat mempercepat implementasi program swasembada pangan serta memperkuat daya saing sektor pertanian di Indonesia.