Kurikulum Terbaru Teknologi Pangan Undip: 8 Mata Kuliah Terintegrasi Sustainability

Semarang-tp.fpp.undip.ac.id – Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip terus melakukan update konten pembelajaran sebagai bagian dari komitmen peningkatan mutu akademik dan daya saing internasional. Pada pembaruan terbaru ini, struktur kurikulum Sarjana Teknologi Pangan mencakup total 67 mata kuliah dengan ekuivalensi 217 ECTS (European Credit Transfer and Accumulation System).

Komposisi mata kuliah dirancang secara proporsional dan komprehensif. Sebanyak 33 mata kuliah merupakan rumpun “Core Food Technology” sebagai penguatan kompetensi utama bidang teknologi pangan. Selain itu, terdapat 7 mata kuliah fundamental sciences, 4 mata kuliah general agriculture and food-related, 5 mata kuliah business, management, and policy, 7 mata kuliah research and laboratory courses, serta 9 mata kuliah social sciences. Struktur ini menunjukkan keseimbangan antara penguasaan sains dasar, teknologi terapan, manajemen, hingga aspek sosial dalam sistem pangan.

Salah satu fokus utama dalam pembaruan kurikulum ini adalah integrasi aspek sustainability (keberlanjutan). Sejumlah mata kuliah yang secara langsung terkait dengan keberlanjutan ditandai secara khusus untuk 8 matakuliah: Food Microbiology, Food Policy, Food Quality and Safety, Food Security, Food Toxicology, Functional Food, Postharvest Physiology and Technology, Technology of Animal Food By-Product, serta Waste Management Technology. Integrasi ini memperkuat kesiapan lulusan dalam menghadapi tantangan global seperti ketahanan pangan, keamanan pangan, pengelolaan limbah, dan pemanfaatan produk samping secara berkelanjutan.

Pembaruan konten ini juga selaras dengan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) dan mendukung agenda internasionalisasi, termasuk penyetaraan beban studi dalam sistem ECTS. Dengan struktur kurikulum yang adaptif dan berbasis kebutuhan industri serta isu global, Teknologi Pangan Undip semakin menegaskan posisinya sebagai program studi yang responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan tantangan industri pangan masa depan.

WhatsApp
X
Facebook