Semarang-tp.fpp.undip.ac.id – Program Studi Teknologi Pangan Universitas Diponegoro menegaskan komitmennya membuka akses pendidikan tinggi yang inklusif dan berkualitas melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tanpa perhitungan skor Tes Kemampuan Akademik (TKA). Kebijakan ini memberikan kesempatan lebih luas bagi siswa berprestasi untuk melanjutkan studi di bidang pangan yang strategis dan terus berkembang.
Informasi mengenai penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SNBP tanpa skor TKA tersebut disampaikan secara resmi oleh Wakil Rektor I Undip pada upacara Wisuda ke-181 yang diselenggarakan di Muladi Dome pada 3 Februari 2026. Kebijakan ini menegaskan komitmen Undip dalam memperkuat seleksi berbasis prestasi serta menjamin keadilan dan keterbukaan akses pendidikan tinggi.
Pada kesempatan wisuda yang sama, Fakultas Peternakan dan Pertanian Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip meluluskan 195 mahasiswa, dengan 125 lulusan meraih predikat cum laude. Capaian tersebut mencerminkan kualitas proses pembelajaran dan pembinaan akademik yang konsisten, termasuk di Program Studi Teknologi Pangan Undip yang pada kesempatan ini meluluskan 17 mahasiswa.
Dari sisi daya serap lulusan, lebih dari 90 persen lulusan Teknologi Pangan Undip terserap di dunia industri pangan dan sektor pemerintahan, serta berkembang sebagai wirausaha di bidang pangan. Penguatan kompetensi mahasiswa didukung fasilitas pembelajaran yang lengkap, meliputi Laboratorium Kimia dan Gizi Pangan, Laboratorium Rekayasa Pangan dan Hasil Pertanian, Laboratorium Food Processing, Labs Bakery, Labs Milk, Labs Beverage, hingga Labs Boga. Seluruh fasilitas tersebut dirancang untuk membentuk lulusan yang tangguh, inovatif, dan adaptif terhadap kebutuhan industri pangan nasional maupun internasional.
Program Studi Teknologi Pangan juga menyediakan program magang bersama perusahaan besar, dengan lebih dari 30 persen mahasiswa telah melaksanakan kegiatan akademik dan profesional bersama mitra industri. Selain itu, mahasiswa memiliki peluang mengikuti program pertukaran dan melanjutkan studi ke berbagai negara, antara lain Taiwan, China, Jepang, Australia, dan Malaysia.
Sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan studi mahasiswa, Undip menyediakan beasiswa dengan total anggaran mencapai Rp80 miliar dan berupaya memastikan tidak ada mahasiswa yang terhenti studinya karena kendala ekonomi. Program Studi Teknologi Pangan Undip terus berkomitmen memberikan pembinaan dan pelatihan menuju kompetensi lulusan secara maksimal, guna mencetak sumber daya manusia unggul yang siap berkontribusi nyata bagi kemajuan sektor pangan.
