Semarang-tp.fpp.undip.ac.id – Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan untuk mahasiswa, kurikulum Teknologi Pangan diperkaya dengan sinkronisasi tujuan SDGs. Untuk mendukung hal ini, maka Teknologi Pangan Undip dibawah program kegiatan FIND4S, menyelenggarakan “Workshop Course Module Development on Food Sustainability” yang diselenggarakan selama dua hari di Hotel Griya Persada, Bandungan (11/2), dengan menghadirkan tujuh universitas anggota konsorsium FIND4S. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam penguatan kurikulum berbasis keberlanjutan sekaligus mempererat kolaborasi antarperguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan ilmu pangan yang adaptif terhadap tantangan global.
Workshop dibuka dengan sambutan Ketua FIND4S yang menegaskan pentingnya integrasi isu food sustainability dalam kurikulum pendidikan tinggi, terutama dalam menjawab tantangan ketahanan pangan, perubahan iklim, dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan. Selanjutnya, Dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi. Dalam kesempatan tersebut ditegaskan bahwa FPP selalu mendukung penuh inisiatif kolaboratif lintas universitas yang berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran dan relevansi lulusan terhadap kebutuhan industri.
Fokus utama workshop adalah penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang terintegrasi dengan sustainability. Peserta mendiskusikan pembaruan pengetahuan (updated knowledge), pengembangan class course yang kontekstual, serta perumusan capaian pembelajaran yang selaras dengan praktik keberlanjutan di sektor industri pangan. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat link and match antara perguruan tinggi dan dunia industri dan sekaligus menuju ke arah tujuan SDGs, sehingga lulusan memiliki kompetensi yang aplikatif dan adaptif.
Kegiatan ini dihadiri oleh para dekan dan wakil dekan dari tujuh universitas anggota FIND4S, yaitu Universitas Tidar, Universitas Karang Turi, Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Universitas Muhammadiyah Semarang, Universitas Semarang, Universitas PGRI Semarang, serta Universitas Diponegoro sebagai tuan rumah. Kehadiran pimpinan fakultas menunjukkan komitmen kuat dalam transformasi pendidikan tinggi berbasis keberlanjutan.
Selain membahas pengembangan kurikulum sarjana, dalam forum ini juga disampaikan bahwa tahun ini FPP direncanakan membuka Program Magister Ilmu Pangan dengan keunikan pada integrasi aspek sustainability, inovasi teknologi pangan, dan kolaborasi industri. Program ini diharapkan menjadi penguat ekosistem pendidikan pangan berkelanjutan di tingkat pascasarjana.
Sebagai luaran konkret, workshop ini berhasil merumuskan delapan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis sustainability yang akan diimplementasikan di tujuh universitas. Ketua FIND4S turut mendampingi jalannya kegiatan hingga penutupan, memastikan setiap universitas memperoleh rancangan modul yang siap diadaptasi sesuai karakteristik institusi masing-masing.

